close

Pejagalan

Pejagalan

Lurah Pejagalan Berbuka Puasa dengan Ketua RW dan Tokoh Masyarakat

IMG-20170619-WA0002

Lurah Pejagalan, Yogara Fernandes, Minggu (18/6) menggelar buka puasa bersama dengan ketua RW dan Tokoh Masyarakat se kelurahan Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara.

“Ini untuk menjaga tali silaturahmi dengan pengurus RW dan tokoh masyarakat. Mereka bagian yang penting juga,” jelas Yogara.

Di acara buka puasa bersama yang digelar ini, juga hadir Sekertaris Kelurahan, Ichsan, Kasie Sarpras Jamil dan Babin Kamtibmas Pejagalan, Brigadir Herling.

read more
Pejagalan

Petugas Angkut 112 Ton Sampah dari Jalan Moa

sampah pejagalan

PEJAGALAN – Karena dikeluhkan warga, petugas PHL Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Jakarta Utara mengangkut 112 ton sampah dari depo Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di Jalan Moa, RT 10/12, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejauh ini, menurut Lurah Pejagalan, Yogara Fernandes sudah sebanyak 28 truk sampah atau sekitar 112 ton sampah yang sudah diangkut petugas.

“Meskipun sisanya masih banyak, namun sesuai komitmen hari ini akan dicoba untuk dituntaskan. Kalau ternyata tidak maka akan dilakukan besok. Kami menginginkan depo tersebut harus bersih dari sampah demi kenyamanan warga,” ungkap Yogara.

Tumpukan sampah tersebut, lanjut Yogara, sempat dikeluhkan warga terutama terkait jadwal pengangkutan sampah yang tidak teratur. Bahkan tumpukan sampah di depo tersebut sempat sudah tiga bulan.

read more
Pejagalan

Pastikan Berfungsi, Lurah Pejagalan Sambangi Rumah Pompa Teluk Gong

yoga lurah

PEJAGALAN –  Seusai dilantik menjadi Lurah Pejagalan Selasa (3/1) lalu, , Yoga Fernandes langsung turun mengecek kondisi wilayahnya. Lokasi yang paling pertama disambanginya adalah Rumah Pompa Waduk Teluk Gong yang merupakan satu-satunya waduk yang ada di Kelurahan Pejagalan.

“Fungsi waduk dan pompa di sini sangat vital, terutama ketika hujan turun. Karena itu, saya ingin memastikan agar rumah pompa berfungsi agar wilayah tidak terendam banjir ketika hujan turun,” papar Yoga.

Beberapa tahun lalu,  menurut catatan, lanjut Yoga, rumah  pompa waduk tersebut pernah terendam  saat air tinggi akibat air hujan juga  ditambah limpahan air dari kali Adem.

“Akibatnya sebagian  lingkungan warga terendam lebih dari 50 Cm, karena daratannya lebih rendah dari permukaan laut, maka diperlukanlah waduk dan  pompa sangat vital,” ungkapnya.

Karena itu, agar kejadian tersebut tidak terulang, Yoga akan mengusulkan ke pemangku kepentingan untuk meninggikan mesin pompa agar tak terulang lagi peristiwa terendamnya pompa waduk.

read more